Jakarta, 8 November 2026 – Kepolisian Resor Kepulauan Seribu mengajak para pengusaha becak motor (bentor) dan kapal tradisional untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara kepolisian dan pelaku transportasi lokal. Keterlibatan pengusaha transportasi dinilai penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat maupun wisatawan. Melalui pendekatan tersebut, kepolisian berharap potensi gangguan keamanan dapat dikenali dan dicegah sejak dini.
Kepulauan Seribu merupakan wilayah yang memiliki karakteristik geografis berbeda dibandingkan kawasan daratan Jakarta. Aktivitas masyarakat sangat bergantung pada transportasi laut untuk menghubungkan pulau-pulau berpenghuni dengan pusat kegiatan ekonomi. Sementara itu, bentor menjadi salah satu sarana transportasi yang membantu mobilitas warga dan pengunjung di sejumlah pulau. Kondisi tersebut menjadikan pelaku usaha transportasi sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan lingkungan.
Polres Kepulauan Seribu menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pengusaha transportasi dan aparat keamanan. Para pelaku usaha diharapkan dapat menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau gangguan ketertiban di lingkungan kerja. Koordinasi tersebut dapat membantu kepolisian mengambil langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Selain itu, hubungan yang harmonis antara petugas dan masyarakat dinilai mampu meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan kepolisian.
Dalam sektor transportasi laut, aspek keselamatan penumpang menjadi perhatian penting selain keamanan wilayah. Pengusaha kapal tradisional perlu memastikan kondisi armada memenuhi persyaratan keselamatan dan tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Penggunaan perlengkapan keselamatan serta pemantauan kondisi cuaca juga diperlukan sebelum kapal berangkat. Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan layanan transportasi antarpulau.
Sementara itu, pengusaha bentor diharapkan turut menjaga ketertiban lalu lintas dan memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang. Aktivitas transportasi darat yang tertib dapat mendukung kenyamanan wisatawan sekaligus mengurangi potensi perselisihan di kawasan permukiman maupun destinasi wisata. Pengemudi juga memiliki kesempatan untuk membantu memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan kepada petugas keamanan. Peran tersebut dapat memperkuat pengawasan berbasis masyarakat tanpa mengesampingkan tugas utama aparat kepolisian.
Kerja sama dengan pelaku transportasi menjadi semakin penting ketika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu meningkat pada akhir pekan dan musim liburan. Bertambahnya aktivitas masyarakat dapat menimbulkan tantangan dalam pengaturan transportasi, keamanan barang bawaan, dan ketertiban kawasan wisata. Kepolisian membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pelayanan keamanan tetap berjalan optimal. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan pengusaha bentor serta kapal tradisional diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Upaya Polres Kepulauan Seribu merangkul pengusaha transportasi lokal menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Keamanan wilayah kepulauan tidak hanya bergantung pada patroli aparat, tetapi juga pada kepedulian warga terhadap kondisi sekitarnya. Melalui kerja sama yang baik, potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat ditangani lebih cepat dan efektif. Penguatan keselamatan transportasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata. Sinergi antara kepolisian, pengusaha, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga Kepulauan Seribu sebagai wilayah yang aman, nyaman, serta ramah bagi penduduk maupun wisatawan.