Jakarta, 20 September 2026 – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi sembilan korban dalam insiden tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8. Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan dan pencocokan data ante mortem serta post mortem yang dikumpulkan dari keluarga dan jenazah korban. Hasil tersebut menjadi perkembangan penting dalam penanganan korban setelah operasi pencarian dilakukan oleh tim gabungan. Identitas yang telah dipastikan selanjutnya disampaikan kepada keluarga melalui prosedur resmi. Sementara itu, proses identifikasi terhadap korban lainnya masih terus berlangsung.
Tim DVI menggunakan sejumlah metode untuk memastikan identitas korban secara akurat. Pemeriksaan dapat melibatkan sidik jari, data medis, catatan gigi, ciri fisik, barang pribadi, hingga pencocokan DNA apabila diperlukan. Setiap informasi yang diberikan keluarga menjadi bagian penting untuk dibandingkan dengan data post mortem. Proses tersebut dilakukan secara hati-hati karena kesalahan identifikasi harus dihindari. Setelah ditemukan kecocokan yang memadai, tim baru menetapkan identitas korban berdasarkan prosedur DVI.
Pengumpulan data ante mortem sebelumnya dilakukan dengan melibatkan keluarga korban yang melaporkan anggota keluarganya belum ditemukan. Keluarga diminta memberikan berbagai informasi yang dapat membantu proses identifikasi, termasuk karakteristik fisik, riwayat kesehatan, dan data pendukung lainnya. Dalam kasus tertentu, sampel biologis dari keluarga juga dapat dibutuhkan untuk pemeriksaan DNA. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil pemeriksaan terhadap jenazah yang berhasil dievakuasi. Semakin lengkap informasi yang tersedia, semakin besar peluang proses pencocokan dapat dilakukan secara cepat dan akurat.
Identifikasi korban berjalan beriringan dengan operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. Kondisi perairan dan proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. Tim pencarian mengerahkan personel dan berbagai unsur untuk menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban. Temuan yang diperoleh kemudian ditangani sesuai prosedur sebelum diserahkan kepada tim DVI untuk pemeriksaan lebih lanjut. Koordinasi antarlembaga menjadi penting agar proses pencarian, evakuasi, identifikasi, dan penyerahan korban kepada keluarga dapat berjalan secara terstruktur.
Selain memastikan identitas korban, tim DVI harus menjaga ketelitian terhadap setiap data yang masuk. Kondisi jenazah dapat memengaruhi metode identifikasi yang digunakan sehingga tidak seluruh korban dapat dikenali hanya berdasarkan ciri visual. Karena itu, metode ilmiah menjadi bagian utama dalam proses penetapan identitas. Pemeriksaan DNA dapat digunakan ketika metode lain belum menghasilkan kesimpulan yang memadai. Seluruh tahapan tersebut membutuhkan waktu, terutama apabila data pembanding dari keluarga belum lengkap atau kondisi korban menyulitkan pemeriksaan.
Keberhasilan mengidentifikasi sembilan korban memberikan kepastian kepada sejumlah keluarga yang sebelumnya menunggu kabar mengenai anggota keluarganya. Setelah identifikasi dinyatakan selesai, proses penyerahan jenazah dapat dilakukan kepada pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan sesuai keinginan masing-masing. Pendampingan kepada keluarga juga menjadi bagian penting dalam penanganan setelah kecelakaan. Pada saat bersamaan, keluarga korban yang belum teridentifikasi masih diminta berkoordinasi dengan petugas untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Tim DVI terus bekerja sampai seluruh temuan yang tersedia dapat diperiksa secara menyeluruh.
Penanganan tragedi Kapal Virgo Transport 8 kini tetap berfokus pada pencarian korban sekaligus penyelesaian proses identifikasi. Sembilan korban yang telah berhasil dikenali menjadi bagian dari perkembangan operasi yang melibatkan berbagai unsur sejak kecelakaan terjadi. Tim DVI Polri akan melanjutkan pencocokan data terhadap korban lain dengan mengutamakan ketelitian dan kepastian ilmiah. Keluarga diharapkan memperoleh informasi melalui jalur resmi agar tidak terjadi kekeliruan mengenai perkembangan identifikasi. Proses tersebut akan terus berjalan seiring dengan hasil pencarian dan evakuasi yang dilakukan tim gabungan di lapangan.