Jakarta, 6 Mei 2026 – Kesenjangan gaji antara pekerja laki-laki dan perempuan di Indonesia masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata upah pekerja perempuan masih berada di bawah pekerja laki-laki di berbagai sektor.
Perbedaan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, hingga akses terhadap posisi strategis di perusahaan. Banyak pekerja perempuan yang masih terkonsentrasi di sektor informal atau pekerjaan dengan upah lebih rendah.
Selain itu, peluang untuk menduduki posisi manajerial juga dinilai belum merata. Hal ini berdampak pada perbedaan pendapatan, mengingat jabatan yang lebih tinggi biasanya disertai dengan gaji dan tunjangan yang lebih besar.
Pengamat ketenagakerjaan menilai bahwa kesenjangan ini juga berkaitan dengan faktor sosial dan budaya. Peran ganda perempuan dalam keluarga sering kali memengaruhi pilihan karier dan kesempatan untuk berkembang di dunia kerja.
Pemerintah terus mendorong kebijakan yang mendukung kesetaraan gender, termasuk peningkatan akses pendidikan dan pelatihan bagi perempuan. Upaya ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan yang ada.
Di sisi lain, dunia usaha juga diharapkan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan adil. Kesetaraan upah dinilai penting tidak hanya dari sisi keadilan sosial, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan di Indonesia dapat terus berkurang di masa mendatang.