Jakarta, 8 Oktober 2026 –
Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni tidak mampu menyembunyikan emosinya ketika berbicara mengenai keputusan Lionel Messi mengakhiri perjalanan bersama La Albiceleste. Scaloni terlihat meneteskan air mata saat mengenang kebersamaannya dengan sang kapten yang telah menjadi bagian penting dalam kesuksesan Argentina. Ia menyebut kesempatan melatih Messi sebagai sebuah kehormatan besar dalam perjalanan kariernya. Bagi Scaloni, Messi bukan hanya pemain dengan kemampuan luar biasa, tetapi juga sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap tim. Perpisahan tersebut menjadi salah satu momen emosional bagi skuad Argentina.
Messi menutup perjalanan internasionalnya setelah lebih dari dua dekade membela negaranya. Selama periode panjang tersebut, ia melewati berbagai fase mulai dari kegagalan di sejumlah turnamen hingga akhirnya membawa Argentina kembali meraih berbagai gelar bergengsi. Scaloni menjadi pelatih yang mendampingi Messi ketika periode kesuksesan itu tercipta. Hubungan keduanya berkembang dalam situasi ketika Argentina sedang membangun kembali kekuatan setelah Piala Dunia 2018. Kolaborasi tersebut kemudian menghasilkan salah satu periode paling sukses dalam sejarah La Albiceleste.
Scaloni memberikan penghormatan tinggi terhadap perjalanan sang kapten. Ia menggambarkan kesempatan bekerja bersama Messi sebagai pengalaman yang tidak akan dilupakannya. Menurutnya, dapat melatih pemain yang dianggapnya sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah merupakan sebuah kehormatan. Emosi Scaloni semakin terlihat ketika membicarakan kontribusi Messi di dalam maupun di luar lapangan. Kebersamaan selama bertahun-tahun membuat perpisahan tersebut terasa lebih dari sekadar kehilangan seorang pemain.
Perjalanan Scaloni dan Messi menghasilkan sejumlah pencapaian penting bagi Argentina. Gelar Copa America 2021 menjadi titik balik setelah negara tersebut lama menantikan trofi senior. Argentina kemudian memenangkan Finalissima 2022 sebelum mencapai puncaknya dengan menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Kesuksesan tersebut dilanjutkan dengan mempertahankan gelar Copa America pada 2024. Rangkaian pencapaian itu mengubah perjalanan generasi Argentina yang sebelumnya beberapa kali harus menerima kekalahan pada pertandingan final.
Keberhasilan di Qatar menjadi salah satu momen paling penting dalam hubungan Messi dan Scaloni. Messi akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia yang selama bertahun-tahun menjadi satu-satunya gelar besar yang belum dimilikinya bersama tim senior Argentina. Scaloni pada saat yang sama berhasil membentuk tim dengan keseimbangan antara pemain berpengalaman dan generasi muda. Messi menjadi pusat permainan sekaligus pemimpin skuad. Kepercayaan antara pemain dan pelatih menjadi salah satu unsur penting dalam perjalanan mereka menuju gelar dunia.
Pensiunnya Messi kini membuat Scaloni menghadapi tantangan membangun Argentina tanpa sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pusat permainan. Sejumlah pemain muda telah mendapatkan pengalaman bersama tim nasional dan dipersiapkan mengambil tanggung jawab lebih besar. Namun, menggantikan kontribusi Messi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mencetak gol atau menciptakan peluang. Kepemimpinan, pengalaman, dan pengaruhnya terhadap lawan menjadi bagian yang juga harus diantisipasi. Argentina kemungkinan akan melakukan penyesuaian secara bertahap untuk memasuki generasi berikutnya.
Bagi Messi, berakhirnya karier bersama Argentina tidak langsung berarti perjalanan sebagai pemain profesional telah selesai. Ia masih dapat melanjutkan aktivitas di level klub sebelum akhirnya benar-benar gantung sepatu. Sementara itu, kemungkinan Messi menjadi pelatih setelah pensiun juga belum menjadi pilihan yang ingin ditempuhnya. Ia lebih tertarik untuk tetap terlibat dalam sepak bola melalui pembangunan dan pengelolaan sebuah klub. Dengan demikian, hubungan Messi dengan dunia sepak bola masih berpeluang berlangsung dalam bentuk berbeda setelah masa bermainnya selesai.
Tangis Lionel Scaloni menggambarkan besarnya arti perpisahan Messi bagi Timnas Argentina. Keduanya melewati perjalanan dari tekanan dan keraguan hingga akhirnya mengangkat sejumlah trofi terbesar dalam sepak bola internasional. Scaloni akan melanjutkan pekerjaannya dengan membangun generasi baru, sedangkan Messi meninggalkan tim nasional dengan sederet pencapaian bersejarah. Bagi sang pelatih, kesempatan mendampingi Messi selama periode tersebut akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Perpisahan ini sekaligus menandai berakhirnya salah satu kolaborasi pemain dan pelatih paling berkesan dalam era modern Argentina.