Jakarta, 10 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara ASEAN membangun ketahanan energi yang lebih tangguh di tengah meningkatnya tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga perubahan iklim yang memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.
Menurut Prabowo, kawasan Asia Tenggara harus memperkuat kerja sama regional agar tidak terlalu bergantung pada dinamika pasar energi internasional yang kerap bergejolak. Ia menilai ketahanan energi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan ASEAN.
Dalam berbagai forum regional, Indonesia disebut terus mendorong kolaborasi di bidang energi, termasuk pengembangan energi baru terbarukan, penguatan infrastruktur energi lintas negara, serta peningkatan investasi di sektor energi bersih dan berkelanjutan.
Prabowo juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi untuk mengurangi risiko krisis pasokan di masa depan. Menurutnya, negara-negara ASEAN memiliki potensi besar dalam pengembangan energi surya, panas bumi, bioenergi, hingga energi air yang dapat dimanfaatkan secara bersama.
Selain isu pasokan, stabilitas harga energi juga menjadi perhatian utama. Lonjakan harga minyak dan gas akibat konflik geopolitik global dinilai dapat memberikan tekanan terhadap ekonomi negara berkembang, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
Pengamat ekonomi energi menilai kerja sama regional ASEAN sangat penting untuk menghadapi tantangan transisi energi global. Integrasi jaringan energi dan pertukaran sumber daya antarnegara disebut dapat membantu menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan tahan terhadap gejolak internasional.
Pemerintah Indonesia berharap penguatan ketahanan energi kawasan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi ASEAN dalam jangka panjang. Dengan kerja sama yang lebih solid, kawasan Asia Tenggara diharapkan mampu menghadapi tantangan global sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.