Jakarta, 2 Oktober 2026 – Syahganda Nainggolan menyoroti pentingnya peran wartawan ketika tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Saat itu, Syahganda masih dikabarkan akan mendapatkan posisi sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menggantikan Muhammad Qodari. Ia belum memberikan kepastian mengenai jabatan yang akan diterimanya dan meminta publik menunggu pengumuman resmi. Dalam kesempatan tersebut, Syahganda menyebut wartawan memiliki posisi penting dalam kehidupan bernegara.
Syahganda mengungkapkan kedatangannya ke Istana berlangsung setelah menerima telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Menurut keterangannya, Teddy meminta dirinya segera datang tanpa menjelaskan secara terperinci mengenai agenda yang akan dijalani. Syahganda kemudian memenuhi panggilan tersebut dan tiba di Istana sekitar pukul 14.21 WIB. Ketika ditanya mengenai kabar dirinya akan memimpin Bakom, ia mengatakan belum mengetahui secara pasti penugasan yang akan diberikan.
Di hadapan awak media, Syahganda kemudian berbicara mengenai kedudukan pers dalam kehidupan negara. Ia mengatakan, “Wartawan itu nyawanya negara ini,” sembari menekankan fungsi media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena Bakom merupakan lembaga yang berkaitan erat dengan komunikasi pemerintah kepada publik. Wartawan pun akan menjadi salah satu mitra penting dalam pelaksanaan tugas lembaga tersebut.
Kepastian mengenai posisi Syahganda muncul tidak lama setelah kedatangannya. Presiden Prabowo Subianto resmi melantiknya sebagai Kepala Bakom RI di Istana Negara pada Jumat sore. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Dalam kesempatan yang sama, Fadli Tri Hartono dilantik menjadi Wakil Kepala Bakom RI.
Syahganda menggantikan Muhammad Qodari yang sebelumnya memimpin Bakom. Pergantian tersebut menjadi bagian dari rangkaian penataan sejumlah jabatan pemerintahan yang dilakukan Presiden Prabowo pada hari yang sama. Seusai dilantik, Syahganda menjelaskan bahwa Presiden memberikan arahan agar komunikasi pemerintah digunakan sebagai sarana memperkuat persatuan nasional. Pesan pembangunan dan gagasan pemerintah, menurutnya, perlu disampaikan secara transparan serta inklusif kepada masyarakat.
Syahganda juga menyampaikan keinginannya memperkuat dialog antara pemerintah dan insan pers. Menurut dia, komunikasi tidak hanya diperlukan untuk menyampaikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga menjadi saluran agar aspirasi masyarakat dapat kembali diterima pemerintah. Bakom di bawah kepemimpinannya akan mengoptimalkan ruang diskusi dengan wartawan untuk mendukung komunikasi dua arah tersebut. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan narasi dalam menjalankan tugas lembaga komunikasi pemerintah.
Pelantikan tersebut menandai babak baru perjalanan Syahganda yang selama ini dikenal sebagai aktivis, akademisi, dan pengamat kebijakan. Ia pernah aktif dalam berbagai organisasi serta lembaga kajian dan mendirikan Sabang Merauke Circle pada 2010, sebelum kemudian terlibat dalam GREAT Institute. Kini, sebagai Kepala Bakom RI, Syahganda menghadapi tugas mengelola komunikasi pemerintah di tengah perkembangan informasi digital yang semakin cepat. Pernyataannya mengenai wartawan menjelang pelantikan sekaligus menggambarkan perhatian yang ia berikan terhadap hubungan pemerintah, pers, dan masyarakat dalam menjalankan tugas barunya.