Jakarta, 2 Mei 2026 – Perseteruan antara Presiden Donald Trump dan komedian sekaligus pembawa acara Jimmy Kimmel kembali mencuat ke publik setelah sebuah lelucon dalam acara televisi menyinggung istri Trump, Melania Trump.
Jimmy Kimmel dalam programnya melontarkan candaan yang dinilai menyentil kehidupan pribadi keluarga Trump. Lelucon tersebut kemudian memicu reaksi dari Donald Trump yang menilai komentar itu tidak pantas.
Trump menyampaikan kritik terhadap Kimmel melalui pernyataan publik, menilai bahwa candaan tersebut melewati batas dan tidak menghormati privasi keluarga.
Di sisi lain, Jimmy Kimmel dikenal sebagai sosok yang kerap menyampaikan kritik dan satire politik dalam acaranya. Ia belum memberikan tanggapan panjang terkait reaksi dari Trump, namun gaya humor satir memang menjadi ciri khasnya.
Perseteruan ini langsung menjadi perbincangan luas di media sosial, dengan publik terbagi antara yang menganggapnya sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan yang menilai hal tersebut sebagai serangan personal.
Pengamat media menilai bahwa konflik antara figur publik dan komedian bukan hal baru, terutama di Amerika Serikat, di mana satire politik menjadi bagian dari budaya populer.
“Humor politik sering kali berada di garis tipis antara kritik dan kontroversi,” ujar seorang analis media.
Meski demikian, perdebatan ini kembali menyoroti batas antara kebebasan berekspresi dan etika dalam menyampaikan kritik, khususnya ketika menyangkut kehidupan pribadi.
Hingga kini, perseteruan tersebut masih menjadi sorotan, dengan berbagai opini yang terus berkembang di ruang publik.