Jakarta, 23 Oktober 2026 – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menghadapi tantangan baru menjelang balapan Moto3 Australia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island pada 23–25 Oktober 2026. Pembalap Honda Team Asia tersebut harus turun satu peringkat dalam klasemen sementara kejuaraan dunia Moto3 setelah mengalami penyesuaian perolehan poin. Veda yang sebelumnya menempati posisi ketujuh dengan 115 poin kini berada di urutan kedelapan dengan koleksi 111 angka. Perubahan tersebut terjadi bukan karena pelanggaran yang dilakukan Veda, melainkan akibat keputusan banding yang memengaruhi hasil sejumlah balapan sebelumnya. Situasi ini membuat pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut perlu kembali mengumpulkan poin untuk memperbaiki posisinya.
Penurunan posisi Veda berkaitan dengan keputusan Pengadilan Banding Internasional Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) yang mengabulkan banding pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez. Sebelumnya, Fernandez menerima hukuman diskualifikasi dari enam balapan akibat persoalan teknis yang berkaitan dengan penggunaan mesin. Hukuman tersebut menyebabkan pembalap asal Spanyol itu kehilangan sejumlah poin penting dalam klasemen. Namun, setelah proses banding diselesaikan, hasil enam balapan Fernandez kembali dinyatakan berlaku. Keputusan tersebut secara otomatis mengubah susunan klasemen sementara Moto3 2026, termasuk posisi yang ditempati Veda Ega Pratama.
Kasus yang melibatkan Adrian Fernandez bermula dari pemeriksaan teknis terhadap mesin yang digunakan dalam beberapa seri awal musim. Petugas menemukan persoalan pada segel mesin sehingga muncul dugaan ketidaksesuaian dengan regulasi yang berlaku. Hukuman diskualifikasi kemudian membuat Fernandez kehilangan 77 poin dan turun cukup jauh dalam klasemen sementara. Setelah pengajuan banding diterima, seluruh poin yang sebelumnya dicabut dikembalikan kepada pembalap Leopard Racing tersebut. Pemulihan itu mengangkat Fernandez ke posisi kelima klasemen sekaligus menyebabkan sejumlah pembalap lain mengalami penyesuaian peringkat dan perolehan angka.
Bagi Veda Ega Pratama, perubahan klasemen tersebut menjadi kabar kurang menyenangkan setelah dirinya menunjukkan performa positif pada Moto3 Indonesia 2026. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Veda berhasil finis di posisi keenam. Hasil tersebut sebelumnya memberikan tambahan 10 poin sekaligus mengangkat posisinya ke peringkat ketujuh klasemen sementara. Penampilan di hadapan pendukung sendiri menjadi salah satu pencapaian penting bagi pembalap Indonesia tersebut dalam musim debutnya. Namun, penyesuaian hasil kejuaraan membuat perolehan poinnya kembali berubah menjelang balapan di Australia.
Setelah pembaruan klasemen, Veda kini mengoleksi 111 poin dan berada di peringkat kedelapan. Ia terpaut sembilan angka dari pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang menempati posisi ketujuh. Selisih tersebut masih memungkinkan Veda untuk kembali memperbaiki peringkat apabila mampu memperoleh hasil positif pada seri berikutnya. Persaingan di papan tengah Moto3 berlangsung ketat karena beberapa pembalap memiliki perolehan poin yang relatif berdekatan. Oleh karena itu, setiap tambahan angka pada lima seri tersisa akan menjadi faktor penting dalam menentukan posisi akhir kejuaraan dunia musim 2026.
Sirkuit Phillip Island menjadi tantangan tersendiri bagi Veda karena memiliki karakter lintasan yang berbeda dibandingkan Mandalika. Sirkuit yang terletak di Australia tersebut dikenal memiliki tikungan cepat, perubahan arah yang menuntut ketepatan, serta kondisi angin yang dapat memengaruhi keseimbangan sepeda motor. Pembalap perlu memiliki keberanian sekaligus kemampuan menjaga kestabilan motor ketika melintasi bagian lintasan berkecepatan tinggi. Selain itu, pemilihan pengaturan motor dan strategi penggunaan ban menjadi aspek penting dalam menghadapi karakteristik Phillip Island. Veda diharapkan mampu beradaptasi sejak sesi latihan agar dapat memperoleh posisi start yang menguntungkan.
Persaingan Moto3 2026 sendiri telah menghasilkan juara dunia setelah Maximo Quiles memastikan gelar pada seri Indonesia di Mandalika. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut mengunci titel setelah meraih kemenangan kesepuluh sepanjang musim. Keberhasilan Quiles membuat perhatian persaingan kini beralih kepada perebutan posisi terbaik di bawahnya. David Almansa, Brian Uriarte, dan sejumlah pembalap lainnya masih berusaha mempertahankan maupun memperbaiki peringkat masing-masing. Bagi Veda, kesempatan bersaing di kelompok delapan besar menjadi modal penting untuk membangun pengalaman dan menunjukkan perkembangan kemampuan pada level kejuaraan dunia.
Moto3 Australia 2026 menjadi kesempatan bagi Veda Ega Pratama untuk kembali menunjukkan kualitasnya setelah mengalami penurunan posisi akibat perubahan klasemen. Pembalap Honda Team Asia tersebut masih memiliki peluang memperbaiki peringkat apabila mampu menjaga konsistensi dalam lima seri terakhir. Hasil positif di Phillip Island juga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menghadapi persaingan berikutnya. Meski tekanan semakin besar, pengalaman menghadapi pembalap internasional sepanjang musim menjadi bekal berharga bagi perkembangan kariernya. Dukungan masyarakat Indonesia diharapkan menjadi motivasi tambahan agar Veda mampu mengamankan poin penting dan menutup musim Moto3 2026 dengan pencapaian terbaik.