Jakarta, 30 Agustus 2026 – Minuman bersoda memang menyegarkan, tetapi bagi penderita tekanan darah tinggi, konsumsinya perlu diperhatikan. Soda terutama yang mengandung gula tambahan bukan pilihan minuman yang ideal untuk dikonsumsi secara rutin karena dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan berbagai faktor risiko kardiometabolik yang berkaitan dengan hipertensi.
Pakar kesehatan dan ahli gizi umumnya menyarankan penderita hipertensi membatasi minuman manis, termasuk soda. American Heart Association (AHA) memasukkan minuman dengan gula tambahan sebagai jenis konsumsi yang sebaiknya dibatasi dalam pola makan untuk membantu mengendalikan tekanan darah.
Mengapa soda perlu dibatasi?
Soda biasa umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi. Sebagai gambaran, satu kaleng soda berukuran 12 ons dapat mengandung sekitar 10 sendok teh gula atau 160 kalori tanpa memberikan banyak nilai gizi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, asupan gula dari minuman dapat meningkatkan total kalori harian dan mendorong kenaikan berat badan. Kelebihan berat badan sendiri merupakan salah satu faktor yang dapat memperburuk tekanan darah.
Penelitian jangka panjang yang dirilis AHA pada 2026 juga menemukan bahwa konsumsi minuman berpemanis yang lebih tinggi sejak masa kanak-kanak berkaitan dengan risiko lebih besar mengalami tekanan darah tinggi ketika dewasa. Menggantikan satu porsi minuman berpemanis setiap hari dengan air, susu, atau buah utuh dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah.
Bagaimana dengan soda diet atau tanpa gula?
Soda diet sering dianggap otomatis lebih aman karena tidak mengandung gula atau memiliki kalori lebih rendah. Namun, bukan berarti minuman tersebut sebaiknya dikonsumsi secara bebas.
Bukti mengenai dampak jangka panjang pemanis rendah kalori terhadap kesehatan kardiometabolik masih kompleks. Beberapa penelitian observasional menemukan adanya hubungan antara konsumsi soda berpemanis buatan dan hipertensi, tetapi hubungan tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa pemanis tersebut secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi.
Karena itu, mengganti soda biasa dengan soda diet dapat mengurangi asupan gula, tetapi air putih tetap menjadi pilihan yang lebih sederhana untuk konsumsi sehari-hari. AHA juga menyarankan mengganti minuman manis maupun minuman rendah kalori berpemanis dengan air putih atau air berkarbonasi tanpa gula.
Perhatikan kandungan natrium
Selain gula, penderita hipertensi juga perlu memperhatikan asupan natrium secara keseluruhan. Tidak semua produk soda memiliki kandungan natrium yang sama, sehingga label nutrisi perlu diperiksa sebelum dikonsumsi.
Mengurangi asupan natrium merupakan salah satu langkah penting dalam pengendalian tekanan darah. Pedoman hipertensi terbaru AHA/ACC mencantumkan target optimal kurang dari 2.300 miligram natrium per hari, dengan sasaran ideal kurang dari 1.500 miligram per hari bagi banyak orang dengan tekanan darah tinggi.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga menganjurkan masyarakat membatasi konsumsi natrium hingga sekitar 2.000 miligram per hari atau setara dengan 5 gram garam.
Lalu, apakah penderita hipertensi sama sekali tidak boleh minum soda?
Tidak berarti setiap penderita hipertensi harus langsung menghindari soda sepenuhnya. Yang lebih penting adalah frekuensi dan jumlah konsumsi. Soda sebaiknya tidak dijadikan minuman sehari-hari dan lebih baik dikonsumsi sesekali dalam porsi terbatas.
Penderita tekanan darah tinggi juga sebaiknya lebih sering memilih air putih, air berkarbonasi tanpa gula, atau minuman lain yang tidak mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
Pola makan secara keseluruhan juga memiliki peran besar. AHA merekomendasikan pola makan yang banyak mengandung sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, produk susu rendah lemak, ikan, serta sumber protein yang lebih sehat, sekaligus membatasi natrium, makanan ultra-proses, lemak jenuh, dan minuman berpemanis.
Jadi, soda bukan pilihan terbaik bagi penderita tekanan darah tinggi, terutama jika dikonsumsi rutin. Soda biasa perlu dibatasi karena kandungan gula tambahannya, sedangkan soda diet juga sebaiknya tidak dijadikan pengganti air putih secara terus-menerus. Bagi penderita hipertensi, pilihan paling aman untuk konsumsi harian tetap minuman tanpa gula tambahan, terutama air putih.