Jakarta, 11 September 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menghadiri upacara peringatan 25 tahun serangan teror 11 September 2001 di Pentagon pada Jumat waktu setempat. Peringatan seperempat abad tersebut menjadi momentum penting bagi Amerika Serikat untuk mengenang hampir 3.000 orang yang meninggal setelah empat pesawat dibajak dalam rangkaian serangan yang menyasar World Trade Center di New York, Pentagon di Virginia, serta sebuah lokasi di Pennsylvania. Kehadiran Trump di Pentagon menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan yang berlangsung di sejumlah lokasi utama yang berkaitan dengan tragedi tersebut. Upacara akan memberikan penghormatan kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan, petugas penyelamat, serta masyarakat yang kehidupannya berubah akibat serangan tersebut. Tahun ini memiliki arti khusus karena tepat seperempat abad telah berlalu sejak peristiwa yang mengubah kebijakan keamanan dan politik luar negeri Amerika Serikat itu. Peringatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kembali dampak panjang 9/11 terhadap kehidupan masyarakat Amerika.
Pentagon menjadi salah satu lokasi utama peringatan karena bangunan pusat Departemen Pertahanan Amerika Serikat tersebut menjadi sasaran American Airlines Flight 77 pada pagi 11 September 2001. Pesawat yang telah dibajak menabrak sisi barat Pentagon dan menyebabkan kerusakan besar pada sebagian bangunan. Sebanyak 184 orang meninggal dalam serangan di Pentagon dan pesawat tersebut, sementara secara keseluruhan 2.977 korban meninggal dalam rangkaian serangan 9/11 di tiga lokasi. Sebuah memorial kemudian dibangun untuk mengenang setiap korban yang meninggal dalam serangan di Pentagon. Kawasan tersebut setiap tahun menjadi tempat keluarga korban, pejabat pemerintah, personel militer, dan masyarakat memberikan penghormatan. Pada peringatan ke-25, nilai historis lokasi tersebut semakin kuat karena satu generasi penuh telah berlalu sejak tragedi terjadi.
Kehadiran Trump di Pentagon tahun ini menjadi tahun kedua berturut-turut dirinya memperingati 9/11 di lokasi tersebut. Pada peringatan sebelumnya, Trump menyampaikan pidato yang mengingat kembali sejumlah peristiwa penting ketika serangan berlangsung, termasuk keberanian para korban dan penumpang pesawat yang menghadapi para pembajak. Beberapa hari menjelang peringatan tahun ini, Trump juga mengikuti kegiatan penghormatan di Ellipse, tidak jauh dari Gedung Putih. Kegiatan tersebut menampilkan sebuah balok baja berukuran besar yang berasal dari Menara Selatan World Trade Center sebagai simbol untuk mengenang tragedi. Trump menegaskan komitmen untuk tidak melupakan para korban serta pengorbanan petugas yang memberikan pertolongan ketika serangan berlangsung. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan nasional menjelang tepat 25 tahun tragedi 9/11.
Selain Trump yang berada di Pentagon, sejumlah pejabat dan tokoh nasional Amerika Serikat mengikuti peringatan di lokasi lain. Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan menghadiri kegiatan peringatan di New York bersama sejumlah mantan presiden Amerika Serikat. Di lokasi bekas World Trade Center, keluarga korban kembali membacakan nama orang-orang yang meninggal dalam serangan tersebut. Momen mengheningkan cipta juga dilakukan mengikuti waktu terjadinya beberapa peristiwa penting pada pagi 11 September 2001, termasuk ketika pesawat menghantam kedua menara dan ketika bangunan tersebut runtuh. Sementara itu, kegiatan penghormatan lainnya berlangsung di Shanksville, Pennsylvania, tempat United Airlines Flight 93 jatuh setelah penumpang dan awak melakukan perlawanan terhadap para pembajak. Rangkaian peringatan tersebut memperlihatkan bagaimana tiga lokasi utama tragedi masih menjadi pusat penghormatan nasional setelah 25 tahun berlalu.
Peringatan tahun ini juga memberikan perhatian kepada para petugas penyelamat dan pekerja yang mengalami masalah kesehatan setelah terpapar material berbahaya dari lokasi serangan. Banyak petugas pemadam kebakaran, polisi, tenaga medis, pekerja konstruksi, dan relawan menghabiskan waktu berhari-hari hingga berbulan-bulan di sekitar reruntuhan World Trade Center. Paparan debu dan berbagai material di kawasan tersebut kemudian dikaitkan dengan beragam gangguan kesehatan yang muncul bertahun-tahun setelah tragedi. Sejumlah petugas yang terlibat dalam proses penyelamatan dan pemulihan bahkan meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan paparan tersebut. Kondisi itu membuat korban 9/11 dalam pengertian yang lebih luas tidak berhenti pada mereka yang meninggal pada hari serangan. Peringatan ke-25 turut memberikan ruang untuk menghormati mereka yang menghadapi konsekuensi kesehatan dalam jangka panjang.
Serangan 11 September memberikan perubahan besar terhadap kebijakan keamanan Amerika Serikat. Setelah tragedi tersebut, pemerintah melakukan restrukturisasi terhadap sejumlah lembaga dan meningkatkan koordinasi untuk menghadapi ancaman terorisme. Departemen Keamanan Dalam Negeri dibentuk sebagai salah satu perubahan institusional terbesar setelah serangan. Pengamanan penerbangan juga diperketat dengan pemeriksaan yang jauh lebih ketat dibandingkan periode sebelum 2001. Di bidang intelijen, pemerintah meningkatkan pertukaran informasi antarlembaga untuk mengurangi risiko terjadinya kegagalan dalam mendeteksi ancaman. Kebijakan tersebut membentuk banyak aspek sistem keamanan yang masih digunakan hingga saat ini.
Dampak 9/11 juga menjangkau kebijakan luar negeri Amerika Serikat selama beberapa dekade berikutnya. Serangan tersebut menjadi awal dari kampanye global melawan terorisme dan mendorong Amerika Serikat melancarkan perang di Afghanistan. Perang tersebut berlangsung selama sekitar dua dekade dan menjadi salah satu konflik terpanjang dalam sejarah negara itu. Beberapa tahun setelah 9/11, Amerika Serikat juga melakukan invasi ke Irak yang kemudian memunculkan perdebatan panjang mengenai alasan, konsekuensi, serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan. Kebijakan antiterorisme turut memengaruhi hubungan Washington dengan berbagai negara di Timur Tengah dan Asia. Seperempat abad kemudian, warisan kebijakan tersebut masih menjadi bagian dari diskusi mengenai keamanan nasional dan politik luar negeri Amerika.
Peringatan ke-25 memiliki dimensi generasi yang berbeda karena semakin banyak warga Amerika yang lahir setelah 2001 atau terlalu muda untuk mengingat kejadian tersebut secara langsung. Bagi kelompok tersebut, 9/11 merupakan peristiwa sejarah yang dipelajari melalui sekolah, keluarga, dokumentasi, museum, serta berbagai kegiatan peringatan. Kondisi tersebut meningkatkan pentingnya pendidikan mengenai tragedi agar pemahaman terhadap peristiwa tidak menghilang seiring berjalannya waktu. Bagi keluarga korban dan penyintas, jarak 25 tahun tidak menghapus dampak pribadi dari kehilangan yang dialami. Banyak keluarga tetap menghadiri kegiatan tahunan dan menjaga cerita mengenai anggota keluarga mereka agar terus dikenal generasi berikutnya. Peringatan nasional menjadi penghubung antara pengalaman pribadi tersebut dengan memori kolektif masyarakat Amerika.
Trump juga telah menetapkan 11 September 2026 sebagai Patriot Day melalui sebuah proklamasi kepresidenan. Peringatan tersebut digunakan untuk mengenang korban sekaligus memberikan penghormatan kepada petugas penyelamat dan masyarakat yang membantu pada hari serangan maupun selama proses pemulihan. Berbagai kegiatan dilakukan di seluruh Amerika Serikat, mulai dari upacara resmi, pengibaran bendera, mengheningkan cipta, hingga kegiatan pelayanan masyarakat. Simbol-simbol yang berkaitan dengan World Trade Center juga kembali ditampilkan untuk memperkenalkan sejarah tersebut kepada generasi yang tidak menyaksikannya secara langsung. Di Pentagon, penghormatan memiliki arti khusus bagi keluarga 184 korban yang meninggal di lokasi tersebut dan di dalam Flight 77. Peringatan tersebut menjaga nama para korban tetap menjadi pusat kegiatan, bukan sekadar peristiwa politik dan keamanan yang mengikuti tragedi.
Peringatan 25 tahun serangan 9/11 pada akhirnya menjadi salah satu momentum refleksi terbesar bagi Amerika Serikat sejak tragedi tersebut terjadi pada 2001. Kehadiran Donald Trump di Pentagon menempatkan presiden di salah satu dari tiga lokasi yang menjadi simbol utama serangan, sementara kegiatan serupa berlangsung di New York dan Pennsylvania. Seperempat abad setelah kejadian, dampaknya masih terlihat pada sistem keamanan, kebijakan luar negeri, kehidupan keluarga korban, serta kesehatan para petugas yang terlibat dalam proses penyelamatan dan pemulihan. Generasi baru Amerika kini tumbuh tanpa memiliki ingatan langsung mengenai pagi ketika serangan terjadi, membuat upaya menjaga sejarah semakin penting. Pada saat yang sama, keluarga korban terus membawa pengalaman kehilangan yang tidak dapat diukur hanya berdasarkan berlalunya waktu. Peringatan tahun ini menjadi penghormatan terhadap ribuan korban sekaligus pengingat mengenai bagaimana satu hari pada September 2001 mengubah perjalanan Amerika Serikat dan memengaruhi dunia selama seperempat abad berikutnya.