LOS ANGELES, 17 Juni 2026 – Tim nasional Iran menghadapi tantangan di luar lapangan pada ajang Piala Dunia 2026 setelah salah satu pemain mereka sempat mengalami kendala visa untuk masuk kembali ke Amerika Serikat. Situasi ini menambah kompleksitas perjalanan tim yang sepanjang turnamen berbasis di Tijuana, Meksiko, dan harus bolak-balik ke Amerika Serikat untuk menjalani pertandingan grup.
Perhatian tertuju pada pemain sayap Iran, Mehdi Torabi, yang awalnya hanya memperoleh visa sekali masuk. Akibatnya, visa tersebut habis digunakan setelah pertandingan pertama Iran melawan Selandia Baru di Los Angeles. Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran mengenai ketersediaannya untuk laga-laga berikutnya di turnamen.
Namun, masalah tersebut akhirnya mendapat solusi. Federasi Sepak Bola Iran bersama FIFA bergerak cepat untuk mengurus dokumen baru sehingga Torabi memperoleh visa multi-entry yang memungkinkannya kembali memasuki Amerika Serikat dan tetap bersama skuad hingga akhir fase grup.
Persoalan visa ini menjadi bagian dari tantangan logistik yang lebih besar bagi Iran selama Piala Dunia 2026. Karena situasi geopolitik dan aturan imigrasi, tim Iran tidak berbasis di Amerika Serikat, melainkan di Meksiko. Mereka diizinkan masuk ke wilayah AS menjelang pertandingan dan kembali ke Meksiko setelah laga usai. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi proses pemulihan dan persiapan tim.
Selain persoalan pemain, sejumlah anggota staf dan delegasi Iran juga dilaporkan mengalami penolakan visa. Federasi Iran menyebut situasi ini menyulitkan persiapan tim, sementara otoritas Amerika Serikat menegaskan bahwa kebijakan tersebut berkaitan dengan pertimbangan keamanan dan imigrasi.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, sebelumnya menyuarakan kekecewaan atas pengaturan perjalanan yang dinilai kurang ideal bagi timnya. Menurutnya, perpindahan berulang antara Meksiko dan Amerika Serikat dapat mengganggu ritme persiapan pemain selama turnamen berlangsung.
Meski sempat menghadapi hambatan administratif, Iran kini dapat bernapas lega setelah persoalan visa pemain berhasil diselesaikan. Fokus skuad pun kembali tertuju ke lapangan hijau, di mana mereka berupaya menjaga peluang lolos ke fase gugur dan bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.