Malang, 5 September 2026 – Mauro Zijlstra menjalani debut yang nyaris sempurna bersama Arema FC setelah langsung mencetak gol dalam kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada laga pembuka Super League 2026-2027. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat 4 September 2026, penyerang Timnas Indonesia tersebut masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-82. Hanya sekitar tiga menit berada di lapangan, Mauro berhasil mencetak gol keempat Singo Edan pada menit ke-85. Pemain yang bergabung dengan status pinjaman dari Persija Jakarta tersebut mengaku senang bisa langsung memberikan kontribusi pada pertandingan resmi pertamanya. Namun, ia menegaskan masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem permainan dan rekan-rekan barunya.
Mauro masuk menggantikan Marcos Vinicius Gaspar ketika Arema sudah berada dalam posisi unggul tiga gol tanpa balas. Meski waktu bermain yang diperolehnya relatif singkat, pemain berusia 21 tahun tersebut langsung berusaha terlibat dalam permainan dan mencari ruang di lini pertahanan lawan. Kesempatan akhirnya datang melalui situasi bola mati yang bermula dari sepak pojok Gustavo Franca. Bola sempat ditepis penjaga gawang Isenmulang, kemudian sundulan Hansamu Yama juga berhasil dibendung pemain lawan di dekat garis gawang. Bola pantulan jatuh ke arah Mauro yang tanpa ragu menyambarnya untuk memastikan kemenangan Arema menjadi 4-0.
Seusai pertandingan, Mauro menilai kemenangan pada laga pembuka memiliki arti penting bagi perjalanan Arema musim ini. Menurutnya, pertandingan pertama dalam sebuah kompetisi hampir selalu menghadirkan tantangan karena tim masih berusaha menemukan ritme terbaik. Situasi semakin menantang karena Isenmulang merupakan klub promosi yang memiliki motivasi besar pada pertandingan pertamanya di level tertinggi. Mauro karena itu lebih menyoroti keberhasilan seluruh tim mendapatkan tiga poin dibandingkan pencapaian individunya. Ia mengaku puas dengan performa Arema yang mampu mengendalikan pertandingan dan mempertahankan keunggulan sampai peluit akhir.
Adaptasi menjadi salah satu hal yang masih menjadi perhatian Mauro setelah baru beberapa pekan berada di lingkungan Arema FC. Ia harus memahami karakter rekan setim sekaligus tuntutan taktik yang diterapkan pelatih Marcos Santos. Mauro mengungkapkan bahwa proses tersebut terbantu karena pelatih memberikan penjelasan yang jelas mengenai tugasnya ketika berada di lapangan. Tidak hanya dituntut memberikan ancaman di depan gawang, pemain depan Arema juga memiliki tanggung jawab ketika tim kehilangan penguasaan bola. Pemahaman terhadap sistem tersebut terus diasah dalam latihan agar koordinasi antarpemain semakin baik.
Dalam fase bertahan, Arema menerapkan organisasi 4-4-2 yang kompak dengan pola tekanan yang dapat berubah menyesuaikan karakter lawan. Mauro mengatakan mekanisme pressing tersebut menjadi salah satu materi yang terus dilatih oleh tim. Kondisi itu membuat seorang penyerang tidak hanya menunggu kesempatan mencetak gol, tetapi juga harus menjadi bagian pertama dalam upaya merebut kembali bola. Bagi Mauro yang baru bergabung, detail-detail tersebut menjadi bagian dari proses penyesuaian yang harus dijalani. Gol pada pertandingan pertama tentu memberikan modal positif sembari dirinya terus memahami permainan Singo Edan secara keseluruhan.
Pelatih Arema FC Marcos Santos memberikan apresiasi terhadap kontribusi cepat Mauro. Menurutnya, gol pada pertandingan pertama sangat penting bagi pemain yang baru bergabung karena dapat meningkatkan kepercayaan diri. Marcos juga menilai pengalaman Mauro sebelumnya bersama Persija Jakarta dan Timnas Indonesia membantu sang pemain memahami situasi tertentu, termasuk ketika menghadapi skema bola mati. Meski demikian, kondisi fisik Mauro disebut masih belum mencapai level maksimal. Situasi tersebut menjadi salah satu alasan tim pelatih belum langsung memberikan menit bermain penuh kepadanya pada pertandingan pembuka.
Marcos Santos juga tidak ingin kemenangan besar tersebut membuat para pemain terlalu cepat merasa puas. Kompetisi baru memasuki pekan pertama sehingga perjalanan Arema masih sangat panjang. Pelatih asal Brasil itu meminta skuadnya tetap rendah hati dan mempertahankan intensitas kerja dalam latihan. Gol dari sejumlah pemain baru memberikan sinyal positif mengenai kedalaman skuad yang dimiliki Singo Edan musim ini. Namun, konsistensi pada pertandingan berikutnya tetap menjadi ukuran yang lebih penting dibandingkan satu kemenangan besar di awal kompetisi.
Arema sendiri tampil dominan sejak babak pertama menghadapi Isenmulang. Johan Ahmat Farizi membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan enam menit sebelum Diego Landis menggandakan skor pada menit ke-14. Marcos Vinicius kemudian mencetak gol ketiga menjelang berakhirnya babak pertama sehingga tuan rumah memasuki ruang ganti dengan keunggulan nyaman 3-0. Isenmulang mencoba memberikan perlawanan selepas jeda, tetapi pertahanan Arema mampu menjaga gawang tetap tanpa kebobolan. Mauro kemudian menutup pesta gol melalui penyelesaian cepatnya pada menit ke-85.
Gol tersebut memiliki arti tersendiri bagi Mauro karena menjadi awal perjalanan bersama klub barunya. Kesempatan mencetak gol hanya tiga menit setelah masuk lapangan juga memberikan kesan kuat dalam debutnya di hadapan pendukung Arema. Kendati demikian, sang pemain tidak ingin menjadikan pencapaian tersebut sebagai alasan untuk mengendurkan proses adaptasi. Persaingan mendapatkan tempat di lini depan tetap menuntutnya menunjukkan konsistensi dalam latihan maupun pertandingan. Kondisi fisik yang belum sepenuhnya optimal juga menjadi bagian yang harus ditingkatkan agar dirinya mampu mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Kemenangan 4-0 membawa Arema mengawali Super League 2026-2027 dengan tiga poin sekaligus selisih gol yang besar. Singo Edan selanjutnya akan menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Minggu, 13 September 2026. Pertandingan tersebut dapat menjadi kesempatan berikutnya bagi Mauro untuk mendapatkan menit bermain dan melanjutkan momentum positifnya. Arema tentu berharap gol debut tersebut menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar sepanjang musim. Sementara bagi Mauro, fokus utama setelah mencetak gol pertamanya adalah menyelesaikan proses adaptasi dan memahami sepenuhnya sistem permainan yang diinginkan Marcos Santos.