Jakarta, 8 September 2026 – Kolaborasi Shopee 9.9 Super Shopping Day bersama Naykilla dan Tenxi melalui “Kasih Aba-Aba 2.0” terus mencuri perhatian menjelang puncak kampanye pada 9 September 2026. Jingle yang mengusung karakter musik HipDut tersebut tidak hanya ramai diputar, tetapi berkembang menjadi tren di media sosial melalui berbagai kreasi warganet. Salah satu yang paling banyak mendapatkan perhatian adalah dance challenge dengan gerakan sederhana mengikuti bagian-bagian khas dari lagu tersebut. Tren ini kemudian meluas dari pengguna biasa hingga sejumlah artis dan influencer yang membuat versi mereka sendiri. Perkembangan tersebut membuat “Kasih Aba-Aba 2.0” tidak lagi sekadar menjadi materi kampanye, tetapi juga menjadi sound yang ramai menghiasi lini masa pengguna media sosial.
“Kasih Aba-Aba 2.0” merupakan adaptasi dari lagu “Kasih Aba-Aba” milik Naykilla, Tenxi, dan Jemsii yang sebelumnya telah lebih dahulu populer. Lagu original tersebut dirilis pada April 2025 dan kemudian banyak digunakan sebagai sound di berbagai platform digital. Dalam versi terbaru untuk Shopee 9.9, karakter HipDut yang menjadi ciri khas lagu tetap dipertahankan, tetapi sejumlah bagian dibuat lebih dekat dengan suasana berbelanja dan momentum kampanye 9.9. Kombinasi tersebut membuat versi terbaru tetap terasa familier bagi pendengar lama sekaligus mempunyai identitas berbeda. Kehadiran Naykilla dan Tenxi dengan karakter masing-masing semakin memperkuat daya tarik kolaborasi tersebut.
Respons besar terlihat terutama di TikTok, tempat “Kasih Aba-Aba 2.0” berkembang menjadi bahan berbagai konten kreatif. Hingga menjelang 9 September, video utama kolaborasi Naykilla dan Tenxi telah meraih lebih dari 21 juta penayangan di platform tersebut. Sound yang sama juga telah digunakan dalam ribuan video dengan konsep yang sangat beragam. Sebagian pengguna memilih mengikuti gerakan dance, sedangkan lainnya memanfaatkan lagu untuk video transformasi pakaian, konten keseharian, hingga momen bersama teman. Pola tersebut membuat penyebaran jingle semakin luas karena setiap pengguna dapat memberikan interpretasi berbeda terhadap sound yang sama.
Popularitasnya juga tidak hanya terlihat di TikTok. Video “Kasih Aba-Aba 2.0” yang ditampilkan melalui YouTube telah memperoleh lebih dari 10 juta penayangan, sedangkan rangkaian kontennya di Instagram sebelumnya tercatat mengumpulkan lebih dari 13 juta penayangan. Angka tersebut memperlihatkan bagaimana kolaborasi Naykilla dan Tenxi menjangkau audiens dari beberapa platform sekaligus. Banyak pengguna menganggap ketukan lagunya mudah diingat dan cocok digunakan untuk berbagai jenis video pendek. Karakter tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat sound terus digunakan meskipun video kampanye utamanya telah beredar selama beberapa waktu.
Dance challenge kemudian menjadi salah satu bentuk perkembangan tren yang paling menonjol. Gerakannya dibuat mengikuti ritme cepat “Kasih Aba-Aba 2.0” sehingga dapat dipelajari dan dimodifikasi oleh pengguna. Sejumlah kreator bahkan membuat tutorial koreografi secara mandiri agar pengguna lain lebih mudah mengikuti gerakan tersebut. Tidak ada keharusan membuat versi yang benar-benar sama karena banyak peserta justru menambahkan gaya, ekspresi, maupun transisi mereka sendiri. Sifat yang fleksibel tersebut membuat challenge dapat diikuti oleh pengguna dengan karakter konten berbeda-beda.
Keseruan semakin meluas ketika sejumlah figur publik ikut menggunakan sound tersebut. Konten yang beredar antara lain menampilkan kreasi Inka Andestha serta Wasa dan Niken Salindry dengan gaya masing-masing. Kehadiran artis, penyanyi, dan influencer membuat tren tersebut menjangkau kelompok audiens yang lebih beragam. Beberapa konten mempertahankan unsur dance, sementara yang lainnya menggabungkan musik dengan ekspresi maupun konsep video yang menjadi ciri khas kreatornya. Tren akhirnya bergerak lintas komunitas dan tidak hanya terbatas pada penggemar Naykilla maupun Tenxi.
Selain dance challenge, “Kasih Aba-Aba 2.0” juga dikembangkan melalui format Karaoke Challenge. Naykilla dan Tenxi mencoba membawakan lagu tersebut menggunakan berbagai bahasa daerah dengan pendekatan spontan dan ringan. Konsep itu kemudian mendorong pengguna membuat interpretasi sendiri menggunakan bahasa, aksen, maupun karakter suara yang berbeda. Beberapa warganet bahkan memberikan usulan bahasa daerah lain yang ingin mereka dengarkan. Interaksi tersebut memperlihatkan bagaimana satu jingle dapat berkembang menjadi banyak format konten setelah mendapatkan respons dari komunitas digital.
Karakter Naykilla dan Tenxi menjadi bagian penting dari daya tarik kampanye tersebut. Naykilla tampil dengan persona ekspresif, playful, dan penuh energi, sementara Tenxi membawa gaya yang lebih santai tetapi tetap memiliki karakter kuat. Perbedaan keduanya dipertemukan melalui musik, koreografi, serta visual dengan elemen yang dekat dengan budaya pop generasi muda. Nuansa Y2K, permainan warna neon, hingga unsur arcade turut digunakan dalam visual kampanye. Perpaduan tersebut membuat “Kasih Aba-Aba 2.0” memiliki identitas yang mudah dikenali ketika muncul di antara berbagai konten media sosial.
Fenomena ini juga menunjukkan perubahan cara sebuah jingle kampanye berinteraksi dengan audiens digital. Musik tidak lagi berhenti setelah iklan ditonton karena pengguna dapat mengambil sound kemudian mengolahnya menjadi konten baru. Setiap video dance, karaoke, transformasi pakaian, maupun mini vlog pada akhirnya memperpanjang siklus penyebaran lagu. Ketika semakin banyak pengguna dan figur publik ikut berpartisipasi, tren tersebut memperoleh kehidupan sendiri di luar materi kampanye utama. Pola semacam ini menjadi semakin umum di era video pendek karena audiens juga berperan sebagai kreator yang menentukan seberapa jauh sebuah sound dapat berkembang.
Ramainya “Kasih Aba-Aba 2.0” berlangsung bersamaan dengan periode Shopee 9.9 Super Shopping Day yang digelar sejak 25 Agustus hingga 9 September 2026. Menjelang puncak 9.9, kampanye tersebut menghadirkan berbagai program seperti Voucher Mania hingga Rp999 ribu, Super Deals Rp1.000, serta jutaan produk dengan diskon hingga 90 persen. Kehadiran jingle Naykilla dan Tenxi digunakan untuk memberikan identitas hiburan pada rangkaian program tersebut. Alih-alih hanya mengandalkan komunikasi mengenai promo, musik dan challenge menjadi bagian dari cara kampanye menjangkau pengguna yang menghabiskan banyak waktu di platform video pendek.
Menjelang puncak Shopee 9.9 pada Rabu, 9 September 2026, tren “Kasih Aba-Aba 2.0” masih terus berkembang melalui berbagai versi buatan pengguna. Raihan puluhan juta penayangan di sejumlah platform, ribuan video yang menggunakan sound, serta keterlibatan artis dan influencer memperlihatkan luasnya jangkauan kolaborasi Naykilla dan Tenxi tersebut. Dance challenge dan Karaoke Challenge juga memberikan ruang bagi pengguna untuk tidak hanya menonton, tetapi ikut membuat kreasi mereka sendiri. Dari sebuah adaptasi lagu yang sebelumnya sudah viral, “Kasih Aba-Aba 2.0” akhirnya berkembang menjadi salah satu elemen yang paling menonjol dalam kemeriahan Shopee 9.9 tahun ini.